Pagi ini bersyukur bisa diberi kesempatan untuk mendengarkan tausiyah (ceramah) agama yang diadakan disalah satu rumah tetangga. Dalama Ceramah yang disampaikan oleh Ustadz. Munafi’ beliau menjabarkan apa arti dari anak yang sholeh dan sholehah. Sholeh dan Sholehah itu tidak hanya sekedar bagaimana taat terhadap agama, menjalankan perintah agama, puasa sunnah, sholat tahajud maupun hal-hal baik/sunnah lainnya. Akan tetapi arti Sholeh dan Sholehah adalah bagaimana seorang anak dapat mentaati kedua orang tuanya. Sepintar apapun seorang anak, sebagus apapun perilaku anak, pintar ngaji, rajin sholat malam, atau rajin berpuasa tidak akan ada gunanya apabila tidak taat kepada kedua orang tua.
Disampaikan juga, bahwa akhwat (istri) dalam sebuah keluarga adalah tiang keluarga yang senantiasa harus kokoh. Baik buruknya sebuah keluarga, bahkan baik buruknya suatu negara adalah bergantung kepada istri/ tiang keluarga. Kenapa demikian, karena istri/ Ibu adalah yang senantiasa berpengaruh terhadap kehidupan keluarga, suami serta anak-anak nya. Untuk itu bagi pemuda-pemuda yang masih belum mendapatkan calon istri, diminta untuk berhati-hati dalam memilih pasangan/istri. Harus benar-benar mencari seorang istri yang Sholehah, yang senantiasa menghiasi rumah-rumah, memberikan kenyamanan dan kesejahteraan dalam keluarga.
Mendidik anak yang sholeh dan sholehah harus dimulai dari dalam kandungan hingga liang lahat. Saya jadi teringat ketika mengikuti ceramah Ustad Yusuf Mansur, Beliau menyampaikan, apabila kita menginginkan anak-anak keturunan kita menjadi sholeh dan sholeh, berbakti kepada kedua orang tua dan agaman harus dimulai sejak anak tersebut berada di dalam kandungan. Bagaimana caranya? Ustad Yusuf Mansur, menyampaika “Alhamdulillah, anak-anak saya ketika sebelum lahir, saya senantiasa membacakan wahyu Allah sambil memegang perut istri saya, dan sungguh luar biasanya, begitu saya berhenti membacakan ayat Allah di sela-sela nafas, terasa ada gerakan di dalam rahim istri saya, artinya anak saya yang ada di dalam kandungan istri saya bergerak-gerak seakan-akan tahu dan mengerti dengan bacaan kitab suci Al-Qur’an” dari situlah saya percaya bahwa anak yang sholeh dapat dibentuk dari mulai di dalam kandungan.
Di akhir pengajian/ceramah beliau saya ikut memanjtkan do’a, Ya Rob semoga Engkau mempertemukan Jodoh ku, yaitu perempuan yang Sholehah, yang bisa memberikan penerangan, kesejahteraan serta mendidik keturunanku kelak. Amiin, Amiin Ya Muji Bassa’ilin






0 komentar:
Posting Komentar